![]() |
Sesi demo secara langsung memperlihatkan kemampuan teknologi ini dalam menghemat penggunaan bahan bakar diesel tanpa mengorbankan produktivitas tambang.
ORDOS, Tiongkok, 13 Oktober 2026 /PRNewswire/ — LGMG memamerkan alat pertambangan bertenaga listrik, teknologi ultra-fast charging, dan sistem manajemen energi terintegrasi dalam edisi perdana Global Mining Customer Service Festival yang berlangsung di Ordos, Inner Mongolia, pada 9–11 Oktober. Ajang ini dihadiri lebih dari 500 perwakilan perusahaan pertambangan, asosiasi industri, mitra teknologi, dan media.
Di sebuah tambang yang masih beroperasi, para peserta menyaksikan langsung bagaimana truk tambang listrik LGMG, sistem pengaturan armada cerdas, pembangkit listrik tenaga surya, fasilitas penyimpanan energi, dan infrastruktur pengisian supercepat bekerja secara terpadu dalam kondisi operasional nyata.
Sesi demo tersebut memperlihatkan pendekatan LGMG terhadap elektrifikasi tambang yang tidak terbatas pada penggunaan alat berat listrik, namun juga mencakup infrastruktur energi pendukung. Sistem terintegrasi yang memadukan pembangkit listrik dari energi terbarukan, penyimpanan baterai, pengisian daya berkapasitas megawatt, dan transportasi ini didukung platform manajemen energi terpusat. Platform tersebut mengatur distribusi listrik, proses pengisian daya, dan pergerakan armada untuk meningkatkan pemanfaatan peralatan serta efisiensi produksi.
Salah satu teknologi unggulan yang ditampilkan adalah truk tambang listrik LGMG dengan fitur ultra-fast charging. Dalam pengujian, kapasitas baterainya terisi dari 20% hingga 90% hanya dalam 23 menit. LGMG juga menyatakan sistem charging truk tambang ini mampu menyalurkan hampir 800 kWh dalam 18 menit di tengah kondisi operasional ekstrem dengan peak charging power sekitar 3,6 MW.
Truk tersebut menggunakan arsitektur fast-charging 3C, paket baterai berkapasitas besar dan berdensitas energi tinggi, serta sistem manajemen termal khusus yang mampu menghadapi suhu -30°C hingga 50°C. Proses charging yang lebih cepat dapat memangkas waktu henti operasional (downtime) sehingga produktivitas armada tetap terjaga.
Bagi lokasi tambang terpencil dengan kapasitas jaringan listrik terbatas, kombinasi pembangkit energi terbarukan di lokasi proyek, penyimpanan energi, dan fasilitas charging berkapasitas tinggi dapat mengurangi ketergantungan pada listrik yang dihasilkan dari diesel. Sistem manajemen tambang cerdas LGMG mengoordinasikan operasional peralatan, kebutuhan pengisian daya, dan ketersediaan listrik untuk meningkatkan efisiensi energi serta pemanfaatan peralatan.
LGMG juga memperkenalkan program layanan pelanggan global versi terbaru. Program ini mencakup penyediaan suku cadang, pemeliharaan, operasional pertambangan cerdas, dan remanufaktur atau produksi ulang komponen. Lewat inisiatif tersebut, LGMG menjaga keandalan peralatan sekaligus mendukung peralihan pelanggan menuju armada listrik yang terhubung secara digital.
Perusahaan juga memperluas portofolio alat berat bertenaga listrik untuk pengupasan lapisan penutup tambang, penambangan batu bara, dan pengoperasian di medan yang kompleks. Selain itu, LGMG mengembangkan solusi untuk lokasi tambang di dataran tinggi dan wilayah bersuhu ekstrem.
Secara keseluruhan, rangkaian teknologi ini membuat elektrifikasi tambang skala besar lebih mudah diterapkan, serta memangkas biaya operasional dan emisi tanpa mengurangi produktivitas.









