AHY Sebut Bendungan Harus Terintegrasi dengan Irigasi, Infrastruktur Menjadi Kunci Ketahanan Pangan

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 1 Februari 2025 - 09:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono. (Facebook.com @Agus Yudhoyono)

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono. (Facebook.com @Agus Yudhoyono)

JAKARTA – Swasembada pangan sangat penting dalam rangka memenuhi kebutuhan dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor pangan.

Tekanan geopolitik bahkan perang, itu bisa mengganggu pasokan bahan-bahan atau komoditas pangan.

Kalau harganya tiba-tiba terlampau tinggi sedangkan Indonesia sangat membutuhkan komoditas impor, maka sulit rasanya memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Terkait hal itu pembangunan Infrastruktur menjadi kunci ketahanan pangan dan kesejahteraan rakyat.

Pembangunan infrastruktur harus berorientasi pada ketahanan pangan, energi, dan air sejalan dengan visi Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.

Salah satu contoh konkret yang disoroti adalah pembangunan bendungan yang tidak hanya sebagai penyedia air, tetapi juga sebagai penopang produktivitas pertanian.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menyatakan hal itu di Jakarta, Sabtu (1/2/2025).

“Jangan membangun infrastruktur hanya untuk membangun infrastruktur, tapi bangunlah infrastruktur yang berdampak langsung pada produktivitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.”

“Bendungan yang terintegrasi dengan sistem irigasi yang baik akan membantu meningkatkan hasil pertanian.”

“Mendukung stabilitas harga pangan, dan menciptakan kemandirian pangan yang menjadi fokus utama Presiden Prabowo,” ujarnya

Dirinya juga menekankan bahwa infrastruktur yang dibangun bukan sekadar fisik, tetapi harus berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.

Infrastruktur yang dibangun harus saling terintegrasi agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Perencanaan yang tidak menyeluruh, menurutnya, bisa menghambat pencapaian tujuan pembangunan.

“Integrasi penting, perencanaan tidak boleh sepotong-sepotong, untuk itu, integrasi dalam perencanaan pembangunan infrastruktur akan memastikan proyek-proyek tersebut.”

“Memberikan dampak maksimal bagi kesejahteraan masyarakat dan mendukung pencapaian visi Asta Cita Presiden Prabowo,” kata AHY.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Bisnisidn.com dan Koperasipost.com

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Persda.com dan Jazirahnews.com

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Heijakarta.com dan Hallopapua.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, silahkan klik Persrilis.com atau Rilispers.com (150an media).

Untuk harga paket yang lebih hemat klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional).

Kami juga melayani publikasi press release di jaringan Disway Group (100an media), dan ProMedia Network (1000an media), serta media lainnya.

Untuk informasi, hubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 08557777888, 087815557788, 08111157788.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Berita Terkait

Menakar Dampak HPP Gabah Dan SPHP Pada Harga Beras
Pemanfaatan Perhutanan Sosial untuk Produkksi Jagung Nasional Semakin Dìperluas
Barantin Pastikan Sertifikasi dan Standar Ketat untuk Ekspor Durian Beku Indonesia ke Pasar Tiongkok
Wamentan Sudaryono Sulap Expo Sapi Boyolali Menjadi Revolusi Kemandirian Peternakan Nasional
Duet Kompak Mentan Amran dan Wamentan Sudaryono, Ujung Tombak Capai Swasembada Pangan
Wamentan Sudaryono Ajak Kadin Perkuat Kolaborasi dengan Industri Peternakan, Perkuat Kemandirian Pangan
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono Gandeng TNI Kawal Harga Gabah Petani Rp 6.500 Per Kilogram
Sekarang Saatnya Melompat Tingkatkan Produksi Pangan Secara Eksponensial, Setelah Atasi Krisis

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 09:12 WIB

Menakar Dampak HPP Gabah Dan SPHP Pada Harga Beras

Kamis, 10 Juli 2025 - 11:29 WIB

Pemanfaatan Perhutanan Sosial untuk Produkksi Jagung Nasional Semakin Dìperluas

Sabtu, 31 Mei 2025 - 06:11 WIB

Barantin Pastikan Sertifikasi dan Standar Ketat untuk Ekspor Durian Beku Indonesia ke Pasar Tiongkok

Senin, 19 Mei 2025 - 14:04 WIB

Wamentan Sudaryono Sulap Expo Sapi Boyolali Menjadi Revolusi Kemandirian Peternakan Nasional

Senin, 21 April 2025 - 15:56 WIB

Duet Kompak Mentan Amran dan Wamentan Sudaryono, Ujung Tombak Capai Swasembada Pangan

Berita Terbaru