Jeratan KPK ke Konglomerat Energi, Kredit Ekspor Dijadikan Mesin Duit!

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 22 Agustus 2025 - 06:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KPK semakin gencar membongkar korupsi di balik kredit ekspor triliunan LPEI. (Dok. Kpk.go.id)

KPK semakin gencar membongkar korupsi di balik kredit ekspor triliunan LPEI. (Dok. Kpk.go.id)

JAKARTA panas lagi! Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menggempur kasus dugaan korupsi jumbo di tubuh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang bikin publik geleng-geleng kepala.

PT Petro Energy (PE) resmi dinyatakan bangkrut pada 2020, diduga gara-gara kongkalikong jahat di balik kredit ekspor bernilai ratusan miliar rupiah dari LPEI yang menguap entah ke mana.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo tak ragu menyebut penyidik sedang mendalami kemungkinan PT PE sengaja “dijatuhkan” demi mengemplang utang jumbo ke negara.

“Penyidik mendalami penyebab PT Petro Energy mengalami kesulitan keuangan, dan dinyatakan pailit oleh PN Niaga pada tahun 2020,” ujarnya meledak-ledak, Jumat (4/7/2025).

Fakta terbaru mencuat saat penyidik memeriksa eks direktur PT Kutilang Paksi Mas (KPM), Cahyadi Susanto, yang disebut-sebut mengetahui jejak duit panas itu.

Namun, ironisnya, saksi kunci lain yang juga pemilik PT KPM, Bambang Adhi, justru mangkir dengan alasan minta jadwal ulang. Manuver ini bikin penyidik geram.

Direksi LPEI dan Petro Energy Disikat, Satu per Satu Ditersangkakan

Drama makin panas ketika KPK resmi menetapkan lima tersangka yang disebut sebagai dalang utama drama bangkrutnya Petro Energy.

Dua orang pejabat tinggi LPEI ikut terseret skandal busuk ini: Direktur Pelaksana I LPEI Dwi Wahyudi dan Direktur Pelaksana IV LPEI Arif Setiawan.

Sementara itu, tiga tersangka dari pihak Petro Energy bikin publik makin marah.

Mereka adalah Presiden Direktur PT Caturkarsa Megatunggal yang juga Komisaris Utama PT PE Jimmy Masrin, Direktur Utama PT PE Newin Nugroho, dan Direktur Keuangan PT PE Susi Mira Dewi Sugiarta.

“Kasus ini memperlihatkan modus-modus kejahatan keuangan kelas kakap yang melibatkan pejabat dan pengusaha besar,” beber Budi lagi dengan nada tinggi.

“KPK serius membongkar skema jahat di balik pemberian kredit ini.”

Penyidik juga mencium aliran dana jumbo ke perusahaan lain yang diduga bodong: PT Sakti Mait Jaya Langit (SMJL) dan PT Mega Alam Sejahtera (MAS).

Tak tanggung-tanggung, total ada 15 debitur yang diduga ikut menikmati kredit ekspor LPEI yang akhirnya mangkrak dan bikin negara rugi besar.

Bambang Adhi Mangkir, KPK: Jangan Main Kucing-Kucingan dengan Hukum!

Yang bikin geger publik, pemilik PT Kutilang Paksi Mas, Bambang Adhi, justru mangkir dari panggilan KPK pada 3 Juli lalu.

Bambang hanya mengirim permintaan penjadwalan ulang pemeriksaan, padahal publik sudah geram menunggu siapa sebenarnya “aktor intelektual” yang bikin Petro Energy ambruk dan duit negara raib.

“Jangan main kucing-kucingan dengan hukum,” tegas Budi geram.

Ia mengingatkan semua pihak kooperatif dengan penyidik untuk membongkar praktik culas ini.

Bambang disebut-sebut sebagai saksi kunci yang mengetahui skema pengalihan dana kredit LPEI ke berbagai perusahaan yang diduga tak memiliki kemampuan bayar.

Skandal ini menjadi sorotan luas karena LPEI, yang dibentuk untuk mendukung ekspor nasional, justru jadi ladang bancakan oknum pejabat dan pengusaha.

Dana kredit triliunan rupiah yang seharusnya mendorong daya saing ekspor nasional malah ditilep segelintir orang.

KPK Usut Aliran Dana Sampai Tuntas, Publik Dukung Tersangka Digiring ke Jeruji

Tak mau kecolongan, KPK menegaskan kasus ini bakal diusut sampai ke akar-akarnya.

Skema pencairan kredit LPEI yang disebut “asal kasih” kepada debitur abal-abal jelas merugikan negara dan merusak kredibilitas lembaga keuangan negara.

“Kami terus telusuri jejak aliran dana kredit LPEI ke banyak pihak,” kata Budi dalam pernyataan resmi.

“Siapa pun yang terlibat akan kami jerat, termasuk jika ada pihak lain di luar kelima tersangka yang sudah kami tetapkan.”

Publik pun mendukung penuh langkah tegas KPK untuk menelanjangi mafia-mafia keuangan yang selama ini berkedok pengusaha ekspor.

Warganet ramai-ramai mengutuk ulah koruptor yang membuat program ekspor nasional tersungkur.

“Kalau terbukti, usut tuntas dan bikin jera pelakunya! Jangan kasih ampun!” tulis akun @ekonomirakyat di platform X, Sabtu (5/7/2025).***

Berita Terkait

Kasus eFishery: Audit, PPATK, dan Harapan Startup Agritech Lebih Transparan
Rp70 Miliar ke Zarof: Dua Petinggi PT Sugar Group Disorot Kejagung
Prabowo Bongkar 212 Merek Beras Curang, Mafia Dituding Bikin Harga Gila
Xi Panaskan KTT BRICS: Tiongkok Siap Revolusi Tata Dunia Demi Global South
Prabowo Subianto dan Tokoh Filantropi Bill Gates Cek Makan Bergizi Gratis di Jaktimr, Inilah Suasananya
Sebut Ataturk dan Mehmed II Sebagai Inspirasi, Prabowo Ungkap Kekaguman Terhadap Sejarah Turki
Keceriaan, kedamaian, dan kebersamaan akan selalu mengiringi hari kemenangan ini
Reputation Management dan Image Restoration (Pemulihan Citra) dengan Implementasi Publikasi Press Release

Berita Terkait

Jumat, 22 Agustus 2025 - 06:40 WIB

Jeratan KPK ke Konglomerat Energi, Kredit Ekspor Dijadikan Mesin Duit!

Rabu, 6 Agustus 2025 - 10:38 WIB

Kasus eFishery: Audit, PPATK, dan Harapan Startup Agritech Lebih Transparan

Senin, 28 Juli 2025 - 10:11 WIB

Rp70 Miliar ke Zarof: Dua Petinggi PT Sugar Group Disorot Kejagung

Selasa, 22 Juli 2025 - 15:32 WIB

Prabowo Bongkar 212 Merek Beras Curang, Mafia Dituding Bikin Harga Gila

Sabtu, 5 Juli 2025 - 07:55 WIB

Xi Panaskan KTT BRICS: Tiongkok Siap Revolusi Tata Dunia Demi Global South

Berita Terbaru