Dzolimi Petani, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman akan Tindak Tegas Importir Singkong di Lampung

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 25 Januari 2025 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman angkat suara terkait persoalan petani dan industri singkong di Lampung.. (Dok. Kementerian Pertanian)

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman angkat suara terkait persoalan petani dan industri singkong di Lampung.. (Dok. Kementerian Pertanian)

PERTANIANNEWS.COM – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman angkat suara terkait persoalan petani dan industri singkong di Lampung.

Kata Mentan Amran, ia akan menindak tegas importir singkong yang lebih memilih produk singkong dari luar daripada petani.

“Ini kami dengar di Lampung terkait harga singkong, kami akan undang, kami akan undang industri, undang petaninya.”

“Kami minta kepada importir, tegas, jangan zalimi petani,” kata Mentan Amran pada Jumat (24/1/2025).

Respons ini diberikan Mentan Amran setelah mengetahui adanya aksi protes ribuan petani di Lampung kepada pabrik pengolahan tepung tapioka.

Aksi protes tersebut dipicu oleh rendahnya harga singkong yang disinyalir karena adanya impor dari luar.

Mentan Amran menegaskan bahwa importir tidak boleh berpikir sebagai penjajah.

Industri yang lebih memilih produk dari negara lain daripada dalam negeri diragukan patriotismenya.

“Mengimpor produk pangan dari negara lain lebih dari produk dalam negeri, diragukan patriotismenya. Tandanya itu mereka lebih sayang petani luar,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pihak yang menzalimi petani akan ditindak.

Sebab, pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto telah menekankan untuk melindungi dan menyejahterakan petani ataupun rakyat kecil.

“Menzalimi petani, menzalimi rakyat Indonesia itu adalah pengkhianat bangsa,” ucapnya.

Seperti diketahui, ribuan petani singkong dari tujuh kabupaten di Lampung menggeruduk pabrik pengolahan tapioka pada Kamis (23/1/2025).

Mereka menuntut agar perusahaan segera menerapkan harga singkong sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) yang disepakati, yaitu Rp1.400 per kilogram.

Menurut kajian Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), impor tapioka menjadi salah satu penyebab rendahnya harga beli singkong di Provinsi Lampung.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Businesstoday.id dan Harianekonomi.com

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Infoekspres.com dan Hallopresiden.com

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Sulawesiraya.com dan Harianjayakarta.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, silahkan klik Persrilis.com atau Rilispers.com (150an media).

Untuk harga paket yang lebih hemat klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional).

Kami juga melayani publikasi press release di jaringan Disway Group (100an media), dan ProMedia Network (1000an media), serta media lainnya.

Untuk informasi, hubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 08557777888, 087815557788, 08111157788.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Berita Terkait

SPHP Jagung Pakan 52.400 Ton Diberikan Untuk Tekan Harga Telur Nasional
Jawab Arahan Prabowo, Pemerintah Bergerak Cepat Bantu Peternak
Pasokan Beras Nasional 2025 Meningkat, FAO Akui Kekuatan Indonesia
Indonesia Bangun Bank Genetik, Strategi Baru Ketahanan Pangan
Mengungkap Strategi Pemerintah Atasi Fluktuasi Harga Jagung Peternak
Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan, Distribusi Beras SPHP Ditargetkan Capai 7.000 Ton per Hari
Satgas Pangan Bongkar Kelemahan QC PT PIM, Beras Premium Terancam Citra
Satgas Pangan Usut Dugaan Kecurangan 10 Produsen Beras Nakal Laporan Kementan

Berita Terkait

Senin, 8 September 2025 - 16:45 WIB

SPHP Jagung Pakan 52.400 Ton Diberikan Untuk Tekan Harga Telur Nasional

Selasa, 2 September 2025 - 14:03 WIB

Jawab Arahan Prabowo, Pemerintah Bergerak Cepat Bantu Peternak

Jumat, 29 Agustus 2025 - 09:31 WIB

Pasokan Beras Nasional 2025 Meningkat, FAO Akui Kekuatan Indonesia

Kamis, 28 Agustus 2025 - 09:29 WIB

Indonesia Bangun Bank Genetik, Strategi Baru Ketahanan Pangan

Selasa, 26 Agustus 2025 - 13:58 WIB

Mengungkap Strategi Pemerintah Atasi Fluktuasi Harga Jagung Peternak

Berita Terbaru