Satgas Pangan akan Tindak Pengusaha yang Jual Pangan Melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET)

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 25 Februari 2025 - 09:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggelar Operasi Pasar Pangan Murah untuk menstabilkan harga bahan pokok jelang Ramadan dan Idulfitri. (Dok. Kementan)

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggelar Operasi Pasar Pangan Murah untuk menstabilkan harga bahan pokok jelang Ramadan dan Idulfitri. (Dok. Kementan)

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah akan bertindak tegas terhadap pengusaha yang menjual komoditas pangan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Jika ada pelanggaran, Satgas Pangan akan turun langsung untuk melakukan pembinaan, bahkan penyegelan jika diperlukan.

“Semua pengusaha tidak boleh menjual komoditas pangan strategis di atas HET, antara lain untuk beras, daging, bawang putih, bawang merah, dan gula.”

“Jika ada yang mencoba menaikkan harga, Satgas Pangan akan bertindak,” tegas Amran dalam kick-off Operasi Pasar Pangan Murah di PT Pos Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (24/2/2025).

Pemerintah, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, ingin memastikan harga semua komoditas pangan strategis bisa terjangkau oleh masyarakat dan tidak melampaui HET, terutama jelang Ramadan dan Idul Fitri.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar Operasi Pasar Pangan Murah secara besar-besaran.

“Kita sudah mulai operasi pasar perdana ini, dan kita akan terus bergerak cepat,” ujarnya saat memberikan sambutan pada kick off Operasi Pangan Murah.

Kegiatan itu turut dihadiri oleh Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, Wakil Menteri BUMN Kartiko Wirjoatmodjo, Kepala Badan Pengan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi, dan sejumlah pejabat lainnya.

Gerak cepat terus dilakukan pemerintah untuk memastikan tidak ada ruang bagi pihak-pihak yang memanfaatkan momen Ramadan dan Idul Fitri untuk kepentingan mereka.

Mentan Amran turut menyoroti adanya anomali harga beras mengalami sedikit kenaikan sekitar 5%.

“Padahal stok beras kita di gudang saat ini mencapai 2 juta ton. Sementara produksi Januari – Maret tahun ini meningkat 52 persen dibandingkan tahun sebelumnya.”

“Jadi tidak ada alasan harga beras naik. Stok beras kita justru meningkat. Jadi saya ingatkan untuk para pengusaha, jangan permainkan harga,” tegas Mentan Amran.

Selain beras, Mentan Amran juga menyinggung tentang harga minyak goreng.

Menurutnya, tidak ada alasan pengusaha untuk menaikkan harga minyak goreng. Apalagi Indonesia adalah produsen terbesar minyak di dunia.

“Tidak ada alasan (minyak goreng.red) naik. Kita produksi CPO (crude palm oil/minyak kelapa sawit) 46 juta ton dengan rata-rata ekspor 26 juta ton,” tutur Mentan Amran.

Selain menjaga stabilitas harga, Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah juga berupaya melindungi petani.

Dengan sistem penyerapan gabah yang difasilitasi oleh negara, petani tetap bisa menikmati harga yang wajar saat musim panen.

Sementara konsumen juga mendapatkan harga yang stabil saat musim paceklik.

“Presiden Prabowo telah memberikan arahan yang jelas. Kita harus menjaga keseimbangan harga.”

“Agar petani bisa merasakan keuntungan dan konsumen tetap tersenyum. Inilah komitmen pemerintah untuk rakyat,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Helfi Assegaf yang turut tergabung dalam Satgas Pangan.

Dia menyampaikan pihaknya akan bertindak tegas kepada pihak-pihak yang menjual di atas HET.

“Kami akan menindak para pengusaha yang menjual pangan di atas HET sesuai dengan peraturan yang berlaku,” sebut Helfi.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Hutannews.com dan Mediaemiten.com

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media On24jam.com dan Kilasnews.com

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Haijateng.com dan Hariancirebon.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, silahkan klik Persrilis.com atau Rilispers.com (150an media).

Untuk harga paket yang lebih hemat klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional).

Kami juga melayani publikasi press release di jaringan Disway Group (100an media), dan ProMedia Network (1000an media), serta media lainnya.

Untuk informasi, hubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 08557777888, 087815557788, 08111157788.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Berita Terkait

SPHP Jagung Pakan 52.400 Ton Diberikan Untuk Tekan Harga Telur Nasional
Jawab Arahan Prabowo, Pemerintah Bergerak Cepat Bantu Peternak
Pasokan Beras Nasional 2025 Meningkat, FAO Akui Kekuatan Indonesia
Indonesia Bangun Bank Genetik, Strategi Baru Ketahanan Pangan
Mengungkap Strategi Pemerintah Atasi Fluktuasi Harga Jagung Peternak
Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan, Distribusi Beras SPHP Ditargetkan Capai 7.000 Ton per Hari
Satgas Pangan Bongkar Kelemahan QC PT PIM, Beras Premium Terancam Citra
Satgas Pangan Usut Dugaan Kecurangan 10 Produsen Beras Nakal Laporan Kementan

Berita Terkait

Senin, 8 September 2025 - 16:45 WIB

SPHP Jagung Pakan 52.400 Ton Diberikan Untuk Tekan Harga Telur Nasional

Selasa, 2 September 2025 - 14:03 WIB

Jawab Arahan Prabowo, Pemerintah Bergerak Cepat Bantu Peternak

Jumat, 29 Agustus 2025 - 09:31 WIB

Pasokan Beras Nasional 2025 Meningkat, FAO Akui Kekuatan Indonesia

Kamis, 28 Agustus 2025 - 09:29 WIB

Indonesia Bangun Bank Genetik, Strategi Baru Ketahanan Pangan

Selasa, 26 Agustus 2025 - 13:58 WIB

Mengungkap Strategi Pemerintah Atasi Fluktuasi Harga Jagung Peternak

Berita Terbaru